Abrasi Di Pulau Morotai Ancam Keselamatan Masyarakat

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Morotai, LiraNews – Cuaca buruk di Kabupaten Pulau Morotai menyebabkan abrasi di sejumlah desa, salah satunya di desa Momujiu, dimana jalan nasional mengalami longsor sepanjang hampir 190 meter akibat Abrasi dua bulan terakhir ini.

Dinas PU Kabupaten Pulau Morotai bertindak cepat membuat jalan alternatif bagi kenyamanan dan kelancaran seluruh Pengendara.

Pada umumnya abrasi diakibatkan oleh gejala alam, namun cukup banyak perilaku manusia yang juga ikut menjadi penyebab abrasi pantai.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pulau Morotai, Abubakar Abd Radjak, di lokasi Abrasi Desa Momujiu, Minggu (01/09/2019).

Ia mengatakan akibat dari abrasi telah menyebabkan jalan nasional (utama) di Desa Momujiu Kecamatan Morotai Selatan ini kurang lebih 190 meter rusak dan tidak bisa dilewati kendaraan. Bahkan, bila kondisi ini dibiarkan dapat mengancam keselamatan warga yang melewati jalan ini.

“Sederhananya, karena abrasi atau pengikisan di daerah pantai desa Momujiu sehingga merusak jalan aspal ini, akibat dari gelombang dan arus laut yang sifatnya destruktif atau merusak. Karena adanya pengikisan tersebut sehingga menyebabkan berkurangnya daerah pantai dimana wilayah yang paling dekat dengan air laut menjadi sasaran pengikisan, seperti yang kita lihat saat ini,” terangnya.

Untuk itu, katanya, Pemerintahan Daerah Kabupaten Pulau Morotai selalu tanggap. Melalui Dinas PU mengambil langkah cepat dengan membuat pengalihan jalan sepanjang 200 meter demi kelancaran lalulintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan ini.

“Sebenarnya ini jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera memperbaikinya bila kita bicara dari sisi pos anggaran melekatnya kepada mereka. Tetapi, soal pertimbangan kemanusiaan maka pemerintah kabupaten mengambil langkah cepat ini demi keberlangsungan, kelancaran dan keselamatan warga dalam berlalulintas di jalan ini, sambil menunggu realisasi dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Lanjutnya,”pengalihan jalan yang kami buat sepanjang 200 meter dalam struktur sirtu ini atas bantuan PT Labrosco dalam hal penyediaan peralatan lainnya. Karena kami tidak punya dana cadangan khusus bencana seperti ini.”

“Kesulitannya Pemkab Morotai tidak punya dana cadangan untuk menangani bencana seperti ini. Sehingga kita tidak bisa langsung memperbaiki, karena ini butuh dana lumayan besar. Maka, solusinya kami buat pengalihan jalan sepanjang 200 meter di bantu PT Labrosco dan malam ini saya pastikan selesai pekerjaannya, sehingga kenyamanan dan keamanan Pengendara di jalur ini aman,” ungkap Lelaki lowprofil ini.

Mantan Kadis PU Halteng ini juga menambahkan,”untuk pembangunan talud dan jalannya sudah kami usulkan ke pemerintah pusat. Semoga, dengan melihat kondisi ini pemerintah pusat segera merealisasikan, karena ini masuk dalam proyek bencana jadi sifatnya emergency.”

Menurut Abubakar, apabila dibiarkan abrasi akan terus mengikis bagian pantai dan air laut bisa membanjiri daerah di sekitar pantai tersebut. Sehingga menimbulkan kerusakan jalan lebih besar lagi LN-OJE

Mon Sep 2 , 2019
Cirebon, LiraNews — Pada Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Minggu (1/9/2019), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS didaulat sebagai Tokoh Nasional Inspiratif asal Cirebon. Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyampaikan pidato inspiratif dalam rangka Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-650. Dalam pidatonya Prof. Rokhmin mengajak seluruh masyarakat Cirebon untuk […]