LSM LIRA Halsel Pertanyakan Kasus 5 Ton BBM Bersubsidi Milik PT SDN Yang Tangani Polres Halsel

Gravatar Image
  • Whatsapp

Halsel, LiraNews– Pengamanan 5 Ton BBM Bersubsidi Milik Agen Minyak Tanah (AMT) PT Senergi dharma negri (SDN) oleh pihak polres Halsel beberapa waktu lalu di pertanyakan penanganan nya oleh Dewan Pimpinan Daerah LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Halmahera Selatan.

Pembina DPD LSM LIRA Halsel, Said Alkatiri mengatakan, polisi seharusnya bersikap terbuka dan cepat dalam menangani kasus dugaan penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Read More
banner 300250

banner 300250

“Jangan menjadi kesan kalau razia itu hanya permainan belaka. Polisi harus transparan, bagaimana jumlah barang buktinya dan bagaimana soal perjalanan kasus ini sampai ke kejaksaan dan pengadilan. Ini harus transparan,” katanya, Kamis (27/05/2021) saat dihubungi Media ini.

Penyalagunaan BBM yang sudah ada buktinya seperti surat jalan agen minyak tanah PT SDN ditujukan untuk pemilik pangkalan Imran La Goa dengan alokasi 5 KL/bulan, tidak mencantumkan status BBM apakah untuk operasi pasar murah atau untuk kuota pangkalan tersebut.

Bahkan sudah jelas keterangan yang disampaikan kadis Perindag, M.Nur, bahwa Wilayah operasi pasar khususnya pulau Obi itu ditangani oleh PT Maluku Indah dari Ternate, untuk dalam kota hingga gane di tangani oleh PT Babang Raya dan PT SDN, Selain itu ada indikasi mobil angkut L 9755 CC benar Multi prodak namun untuk angkutan jenis premium dan solar bukan Minyak tanah.

“Dan nyata-nyata menimbulkan kerugian bagi masyarakat atau konsumen harus terus dibuka kepada public.Apa bila kasus ini tidak disikapi dengan serius maka kami minta Polda Maluku Utara segera mengambil langkah tegas,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU Hadad Hi Jafar, ketika di konfirmasi media ini terkait 5 Ton BBM bersubsidi Milik PT SDN yg di amankan polres Halsel pada tgl 28 April 2021 kemarin, mengatakan bahwa Polres tidak mengamankan namun polres mengecek legalitas BBM tersebut.

“Ternyata BBM tersebut adalah untuk operasi BBM atau pasar BBM untuk wilayah Obi sesuai degan hasil kordinasi dengan dinas perindag kabupaten halsel bahwa dalam rangka menyambut idul fitri dan kebutuhan masyarakat di bulan suci Ramadan maka diadakan operasi BBM kira-kira Begitu,” ujarnya.

Sementara hasil koordinasi media lainnya kasat Reskrim justru memberikan penjelasan sebaliknya bahwa 5 Ton BBM bersubsidi Milik PT SDN ditahan polres setempat sebab dinilai bermasalah dan masih dalam pendalaman kasus. Hal ini dibenarkan kasat Reskrim polres Halsel ia mengatakan penahanan terhadap saat pihaknya melakukan program operasi BBM.

“Benar kami sementara sedang amankan 5 ton BBM jenis Mita milik PT SDN dan masih dalam pendalaman kasus,” ucapnya.

Ditanyai soal penjelasan awalnya di media lain, Hadad mengelak bahwa tidak ada wartawan melakukan Konfirmasi disaat pihaknya melakukan program operasi BBM dan tidak ada keterangan nya begitu.

“Konfirmasi dengan saya kapan? Saya tidak pernah berikan keterangan begitu,”tutupnya. LN-NK

Related posts